Cari disini!!

Kamis, 01 Juli 2010

Cerita Kita di Asrama

-- Sebuah Kenangan di Asramaku --

Asrama tempat aku tinggal adalah sebuah ruangan berukuran 4 x 6 meter yang berisi 17 orang yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Fasilitasnya standar, ranjang tingkat berjumlah 9 buah, dispenser, kipas angin, lemari, gantungan baju di belakang pintu dan lain-lainnya. Intinya kamarku ini sederhana banget, jangan harapin isinya kayak hotel berbintang.

Kamarku heterogen, walaupun mayoritasnya adalah orang Jawa. Penghuninyapun lucu-lucu, seperti Lintang dari Klaten dengan logat Jawa yang kental, Meia dari Palembang (juga dengan logatnya tapi aku nggak tau apa namanya), Rossi si bintang kelas yang super cantik dari Ngawi, Qimmy si badut yang chubby dan kocak dari Cilacap, Zanidia sohib lengketku dari Salatiga, Manda dari Riau yang sering 'kupalakin' untuk nyimpenin tiket dan boarding pass-nya untukku, Ziza dari Makassar (ini juga suka kupalakin), Rian yang sekota denganku, pokoknya everything is amazing thing!! Susah buat dilupain.

Tapi semuanya berubah ketika ada kebijakan untuk me-mix asrama antar angkatan, jadi sekamar berisi murid dari kelas VII sampai XII kecuali kelas XI, soalnya mereka adalah OSIS penguasa sekolah.

"Besok kita akan mengadakan perpindahan asrama" kata pembina OSIS dengan suara menggelegar di aula, di hadapan ratusan murid (kalau aku sih nggak ikut, tapi nguping dari kamar, soalnya aula tersebut ada di hadapan kamarku -dasar bandel-)

"Haaaaaah?" jerit semua murid yang hadir (aku khan nggak ikutan jadi nggak ikut jerit)
Lalu semua langsung kasak-kusuk, berbisik-bisik, intinya bisik-bisik tapi ribut (gimana sih?)

Saat itu jam menunjukkan pukul 09.00pm.

"Besok jam tujuh pagi kalian harus sudah bersiap-siap keluar dari asarama masing-masing"

Semua langsung heboh kembali.

Dan itu adalah awal hari-hari gelapku yang membuatku ingin kembali lagi ke kamarku yang indah dengan warna birunya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar