Aku berdomisili di Solo karena alasan studi. Nah, setiap sekian bulan sekali aku pulang kampung ke Jakarta. Karena nyari cepatnya, akhirnya aku 'langganan' pu
Singkat cerita akhirnya aku masuk ke area AdiSoemarmo International Airport yang juga punya kantor pelayanan TKI yang lumayan gede pada pukul 09.30 pagi
Tiba di konter check-in punya Garuda aku langsung disapa sama Ground-Officer cantik berbaju coklat yang langsung memberi 'Garuda greetings' sambil menyapa ramah "Selamat datang, ada bagasi tidak?". Ternyata proses check-in nggak nyampe 5 menit dan sebelum aku pergi dia ngasih garuda greetings lagi sambil bilang "Terima kasih, selamat jalan" plus senyuman manis. PENTING: ucapan si ground officer tadi harus
Berhubung pesawatku take-off masih jauh di awang-awang dan sang pesawat yang bersangkutan sendiri masih terbang nggak tau di mana akhirnya aku mutusin beli koran Solopos di salah satu duty free yang aslinya berbandrol Rp 2.500 tapi jadi berhaga 2x lipatnya hitung-hitung buat oleh-oleh di Jakarta berhubung duit di tangan gag cukup buat beli Mandarijn merek Orion yang harganya berlipat-lipat kayak kertas origami kalo beli di bandara . Sambil menunggu waktu akhirnya aku baca koran dengan gaya bapak-bapak sarapan dan sekali-kali ngelirik jam tangan kayak orang mau kencan pertama nunggu pacar.
Pelan-pelahan tapi perlahan bandara yang tadinya sepi kayak kuburan mulai ramai sama orang-orang. Dan Silk Air -yang udah kupelototin dari tadi di taksi- pergi meninggalkan Solo dan aku sempet nguping obrolannya ground officer Garuda yang ada di deketku kalo Garuda siang biasanya penumpangnya bisa cuma 60 orang hwaduh,,kalo gitu rugi dong? Soalnya kalo aku biasanya naik Garuda siang pesawatnya Boeing 737-300 yang menurut keterangan resmi di majalah Garuda dapat menampung 110 penumpang hwaa,, berarti cuma separo keiisi doang dong?
Lama-kelamaan ruang tunggu makin ramai diisi berbagai jenis manusia beraneka rupa. Setelah ruang tunggu ramai, 2 orang ground-officer Garuda berkeliling sambil bawa ht dan papan jalan serta alat tulis. Lalu si cewek ngampirin aku dan bilang "Garuda?" aku ngangguk trus dia bales "Bisa lihat boarding passnya dan kartu identitas?" habis itu langsung aja aku kasih dia boarding passku yang bercetak tulisan italic nan klasik: Economy Class beserta kartu identitas yang baru aja di-print paginya sama petugas TU sekolahku dengan kertas HVS 80 gram dan kutempel dengan double tip di atas 2 lembar karton yang kugunting dari buku tulis SIDU bekas tahun lalu. Dan dia ngrusuk-ngrusuk nggak tau nulis apa di papan jalan dan akhirnya mbalikin boarding passku dan kartu identitas hand made sambil senyum dan nyari penumpang lain lagi. Kalo dari sepenglihatanku sih yang banyakan orang yang megang boarding pass Sriwijaya Air daripada yang megang boarding pass Garuda.
Akhirnya pesawat Sriwijaya bernomor registrasi B 737-300 datang dari Jakarta dan langsung disambut oleh garbarata di terminal keberangkatan domestik. Kayaknya nggak begitu lama kemudian seorang ground officer Sriwijaya ber-blouse merah langsung bengok2 "Sriwijaya Air,Sriwijaya Air seat 14-(berapa gitu aku lupa masa' aku harus inget semua sih) silahkan boarding!" intermezzo bentar:Daripada dia bengok2 kayak gitu mending dia ngambil mic dan ngumumin pake gaya formal biar keliatannya profesional gitu lhooo... Tapi pengumuman boarding resmi dari bandara juga ada kok. Itu lho yang ada bunyinya teng teng teng teng "Perhatian-perhatian penumpang Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan S-J-2-1-3 tujuan Jakarta dipersilahkan memasuki pesawat melalui pintu 3,attention please....".
Dan bisa Anda semua tebak berbondong-bondong manusia berbagai usia dan rupa mengantre sambil menjinjing apa yang patut dijinjing berupa beraneka ragam barang bawaan dan juga tak lupa boarding pass masing-masing. Dan dengan sabar ground-officers nyobekin boarding pass2 punya mereka. Ehh...tapi kalau aku liat kayaknya penumpang Sriwijaya gak habis-habis deh. Coz waktu aku keluar dari ruang tunggu mau ke toilet masih ada se-RT penumpang Sriwijaya ngantri buat masuk ke ruang tunggu sebelum akhirnya ngantri lagi buat boarding. Pas aku di toilet si ground-officer yang tadi teriak-teriak masuk ke toilet sambil nanya ke orang-orang yang ada di toilet "Sriwijaya?" tapi orang yang bersangkutan jawab "Garuda".
Pas aku masuk ruang tunggu lagi ternyata antriannya gak berubah dan ground-officer SJ muter-muter buat nyari penumpang sambil bawa HT dan keliatannya sibuk banget. Oh ya ada yang lupa kuceritain sama kalian,kawan. Pas penumpang SJ yang dari Jakarta turun, pesawat GA datang!! Huff,,pingin deh aku sujud syukur gara-gara masa penantian panjang di ruang tunggu ini akan segera berakhir. Pesawat Garuda Indonesia yang bersangkutan tadinya kukira bakal parkir di sebelah SJ dan penumpangnya turun pake' tangga (habisnya di SOC cuma ada 2 garbarata 1 di domestik 1 di internasional). Ternyata si GA dengan gagahnya parkir di terminal internasional (haduh?) berhubung pesawat yang di pakai adalah Boeing 737-400 maka aku kira siang ini penumpangnya banyak. Tapi kenyataanya ketika penumpang Sriwijaya udah boarding semua sisa makhluk hidup di ruang tunggu nggak nyampe 50 orang yang secara otomatis mereka-mereka inilah calon teman seperjalananku.
Akhirnya Sriwijaya PK-CJF yang pake baju putih-merah-biru (bendera Belanda terbalik?) pull-out dan ujung-ujungnya ngeloyor terbang, meninggalkan aku di ruang tunggu (ya iyalah siapa elo kata Mpok Sri-eh Sri nama Jawa yaa lupa ^_^). Akhirnya aku cuma blongo sambil baca koran yang tadi kubeli (melas banget sih gue jadi orang) sambil ngitung-ngitung waktu, kapan yaa burung biru ini mau terbang?
Akhirnya terdengar pengumuman dari speaker (aku yakin kamu pasti suka suaranya si mbak ini, maniiis banget dech!) "Teng teng teng teng Perhatian-perhatian, penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan G-A-2-2-5 tujuan Jakarta dipersilahkan naik pesawat melalui pintu 1,attention please.."
It's boarding time! Akhirnya aku langsung nggaet tas cangklong butut bewarna coklat yang udah setengah tahun mengabdi kepadaku. Sebelum masuk pesawat, aku sempet deg-degan, gimana rupa pramugari Garuda nanti? Apa mereka udah pake uniform kebaya yang baru? Soalnya aku sempet baca di Garuda Magazine edisi November pas wawancaranya VP Cabin Services Mahfuz Satrianto beliau bilang: "Perubahan itu terjadi pada tata layanan serta penglihatan, pendengaran, penciuman dan rasa. Paling terlihat adalah seragam awak kabin. Para wanita yang tadinya menggunakan rok dan blouse kini memakai kebaya dengan bawahan batik.." Jujur pas waktu itu aku benar-benar nggak 'sreg' dengan uniform baru tersebut. Soalnya aku suka sama blouse-nya Garuda dan batiknya. Kembali ke fokus... setelah aku masuk ke pesawat, nampaklah seorang pramugari dengan blouse hijau, hmmph, untunglah... aku belum sport jantung (lebayy banget sih gue).
Akhirnya aku duduk manis di kursi xxF (lupa tapi aku selalu minta kursi F karena aku suka huruf F, pokoknya di kursi belakangnya jendela darurat). Dan ternyata pernyataan sang ground officer tadi kalau penumpang Garuda siang cuma sedikit bukan hanya isapan jempol. Pesawat cuma separuh terisi, padahal Garuda menggunakan Boeing 737-400 yang kapasitasnya masih lebih besar daripada Sriwijaya Boeing 737-300 (walaupun semuanya ekonomi). Sungguh aneh Garuda, mengangkut sedikit penumpang dengan pesawat yang cukup besar untuk ukuran 737 series (B734 adalah yang paling panjang di antara 737 Classic). Kembali ke topik...seorang pramugari membagikan permen dan video prosedur keselamatan di putar di TV. Yah standar lah, gimana sih isi kabin Garuda kalau jarak dekat. Tapi yang buat aku salut, walaupun pesawat cuma setengah terisi, tapi pelayanannya nggak berkurang sama sekali. Awak kabinnya masih utuh 5 orang (ya iyalah masa' mau ada satu yang ditinggal di Jakarta ntar di jemput lagi), terus TV-nya nyala seperti biasanya, pramugarinya juga ramah-ramah, dan pas turun pakai garbarata. Yang unik, seorang pramugari duduk di kursi di depanku. Mungkin buat jagain jendela darurat kali yaa, soalnya sederet kursinya kosong semua (kursi disebelahku juga ^_^).
Yah begitulah, aku -seperti biasanya- dapat tiket kelas promo 'B' dengan harga IDR 532.000 sekali jalan. FYI selama ini aku belum pernah naik kelas bisnis lho...jadi kalau ada yang pernah kasih tau aku yaa... Setiap kali aku minta naik kelas bisnis (sekalii aja deh pap, seumur hidupku yang 16 tahun ini nggak pernah ngerasain kelas bisnis) pasti ayahku akan dengan tegas menolak "Orang dekat kok naik kelas bisnis, buang-buang uang". Yah akhirnya aku hanya bisa rajin-rajin menabung mileage GFF ku agar bisa upgrade ke kelas bisnis (akhirnya walaupun sekarang cukup tapi eman-eman deh dipake ^_^').
Begitulah kisahku (ngebosenin n basbang banget ya), yah lumayan lah buat ngisi blog-ku yang benar-benar kosong bin melompong ini. Penerbangan ini dilaksanakan tanggal 04 Februari 2010.
tidak pernuh bukan berarti tidak menguntungkan, bisa saja walaupun hanya terisi setengahnya tapi rata-rata tiketnya Y class. daripada keisi full tapi kebanyakan cuma V class atau B class. hehe..
BalasHapushmmm.. tapi kok nggak ada foto-fotonya ya? saya udah lama nggak naik garuda, mungkin tahun lalu terakhir kali naik garuda. mungkin next trip bakal nyobain garuda deh biar nambah mileage-nya :D
terima kasih atas komen dan infonya =)
BalasHapusiya ini nggak ada fotonya karena saya lupa bawa candid, jadinya hanya berbentuk teks saja.